Looking Beyond
Di tulisan lalu saya menulis judul tentang kemampuan visibility 2 m ke depan. Maksudnya apa? Kenapa tidak 1 m atau 3 m ke depan?
Kira-kira ini jawabannya….
Bayangkan sebuah horison….itulah titik terjauh yang bisa kita lihat di permukaan bumi. Ada apakah di balik horison? Tak bisa kita lihat, kan? Bagaimana caranya supaya kita tahu apa yang ada di balik horison? Itulah inti pengertian dari ‘melihat 2 m ke depan’. Kita memang tidak bisa melihat apa yang ada di balik horison, tapi kita bisa ‘tahu’ apa yang ada di sana.
Caranya?
Itulah cantiknya konsep human modeling atau NLP. Kita bisa tahu apa yang ada di balik horison hanya dengan ‘belajar’ dari mereka yang ada di horison kita. Bertanya kepada mereka, menyimak apa yang mereka ceritakan, dsb, tentang apa yang ada di sana. Dari situlah kita bisa tahu, apa yang tidak bisa kita lihat.
Jadi, ketika saya menulis ‘Yang Bisa Kita Lihat Hanya 2 m Ke Depan’, pada saat itu juga saya menganjurkan untuk Looking Beyond, melihat apa yang ada di balik horison, dengan memanfaatkan orang-orang yang memang sudah ada di horison pandangan atau pikiran kita.
Misal, saya menggunakan mata dan pikiran Robert Kiyosaki untuk melihat apa yang tidak bisa saya lihat (karena keterbatasan horison pemikiran saya). Ketika saya memilih seorang Guru, saya meminjam horison-nya untuk memperluas horison saya. Di situlah saya bisa Looking Beyond. Kalau tidak begitu, seumur-umur kita tetap akan jadi katak….di dalam tempurung.
Nah, go outside, looking beyond….Maka kita pun akan melihat bahwa ternyata ‘Dunia ini Lebih Luas dari yang kita kira’.
dhika 3:25 pm pada November 20, 2008 Permalink |
great..!!
bisa jadi motivasi