Soal Penutupan Situs YouTube Gara-Gara Fitna
Akhirnya, tujuan peluncuran Fitna pun tercapai. Salah satu upaya sistematis market untuk menggusur dominasi YouTube dengan salah satu alasan ‘Fitna’.
Saya mencoba memahami kondisi ini dari dua sisi. Dari sisi pemerintah, gara-gara diterbitkannya UU ITE (yang salah satu pasalnya menyebut soal penghinaan terhadap agama), maka pemerintah wajib untuk mengamankan UU ITE tersebut dengan berbagai cara. Kalau tidak, bagaimana bisa sebuah aturan tidak ada lembaga yang menegakkannya. Thus, Kominfo mencoba jadi martir untuk tegaknya UU ITE ini. Selamat…
Dari sisi kebebasan mendapatkan informasi, tentunya upaya ini benar-benar sulit diterima. Psikologis orang kalau dilarang biasanya malah maksa dan jadi penasaran. So, dari sisi pribadi, bagaimana kita menyikapi dua persoalan ini, satu persoalan Fitna, dan satu lagi persoalan penutupan akses YouTube.
Dari sisi komunikasi media, pelarangan Fitna justru SUKSES menaikkan peringkat Fitna di situs-situs tertentu. Saya justru bingung terhadap mereka yang membenci itu, tapi lantas mencari dan menonton. Bahkan ada yang menghujat, sampai-sampai membakar-bakar. Kenapa ya?
Saya teringat suatu kali ketika nabi berdakwah, beliau ditertawakan, dihujat, dilempari, diludahi, sampai-sampai malaikat bertanya, ‘Kalau kau minta dihancurkan, niscaya dihancurkanlah kaum itu.’. Tapi Nabi hanya menjawab dengan senyum, ‘Jangan, mereka hanya orang yang tidak tahu.’
Thus, sikap saya sih tetap aja memandang mereka itu ‘karena tidak tahu.’ Karena tidak tahu, ya harus diberitahu. Memberi tahunya? Ya semampu kita deh….alih-alih bakar-bakaran, mendingan nulis di blog….
Junaidi setiawan 2:25 pm pada April 8, 2008 Permalink |
Saya senang sekali mempelajari agama” orang laen, Di mata saya itu Islam bagus koq, tapi yang jadi masalah itu khan bukan agamanya, tapi orang” nya. Jika memang tidak ingin Islam dipandang sebagai agama penuh kekerasan saya rasa umat umat Islam harus menanggapi film “FITNA’ ini dengan dewasa dan dingin. Jangan dengan tindakan anarkis, karena semakin anarkis prilaku umat Islam yang tidak setuju ato tidak suka dengan Film ini, makin lengkap lah dan malah bisa dibilang Film FITNA itu betul kalau umat Islam menanggapi nya dengan emosi dan kekerasan.
Janganlah kita menanggapi segala sesuatu dengan panas hati, karena akan menyudutkan posisi kita sendiri. Tapi hadapilah dengan kepala dingin.
Apalagi dengan penutupan atau pemblokiran akses Informasi, tentunya akan membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mundur. Jangan hanya karena satu hal yang buruk, dampak nya kesemua nya. Jika pemerintah ingin mengambil suatu langkah, pikirkanlah efek lanjut dari langkah tersebut, sehingga tidak merugikan pihak lain.
Semua orang berhak mendapatkan informasi sebebas bebasnya, saya rasa itu ada dalam pasal” UU negara Indonesia.
Best Regard
Dj Jun’Z
Satrenix 2:38 pm pada April 8, 2008 Permalink |
hehehe
bener, emang lebih baik nulis blog, biar bisa buka wawasan mereka
kuke 10:16 am pada April 9, 2008 Permalink |
absen..
terlalu mudah membenci.. ga baik buat kesehatan, Pak
Li 2:22 pm pada April 9, 2008 Permalink |
Ahhhhhhhh Pemerintah aja yang gebleg, saya ini keturunan Cina dan beragama Islam, di keluarga kami ada bermacam2 agama dan ga terpengaruh kok oleh isu Fitna itu malah jadi bahan guyonan kami!
Keluarga saya seperti anda semua tahu ada di mana2 di seluruh dunia termasuk Nederland(Belanda), dan perlu anda tahu, bahwa Perdana Menteri Belanda, yaitu Jan Peter Balkenende menyatakan “Terkutuklah film Fitna itu! Anda tahu bahwa Belanda tidak punya agama mayoritas, dan artinya kita bebas beragama di sini! Kalau anda tidak senang dengan agama lain janganlah anda hina mereka di depan umum, karena itu tindakan tercela!” Dan akhirnya Balkenende mengumumkan bahwa izin untuk pembuatan film bagi Geert Wilders dicabut, setidaknya hingga dia mengajukan permohonan maaf di depan publik!!! Jadi kasus Fitna ini sebenarnya hanyalah konflik internal perorangan, dimana Geert Wilders pernah dikalahkan oleh seseorang yang bernama Arjan Ahmad Ali dalam pemilihan Mp(Parlemen), sejak saat itu Wilders berubah haluan menjadi penganut Freedom Democracy, yang sangat ekstrim di Belanda, dan mencoba membunuh beberapa anggota parlemen lain.
Ibrahim Ahmed salah satu anggota Parlemen Belanda yang hampir saja menjadi korban menyatakan “Anggota Party for Freedom(partai tempat Gilders bernaung) adalah orang2 yang patut dikasihani! Mereka tidak tahu arah tujuan hidup mereka!” artinya Gilders adalah orang gila!!!!
Tapi yang mengherankan adalah umat Islam Indonesia lebih menggunakan
emosi mereka ketimbang akal sehat, terutama yang beraliran keras, anda tahu jika anda melakukan tindakan anarkis terhadap Kedutaan atau Konsulat Belanda di Indonesia itu artinya anda benar2 membenarkan pandangan Gilders!!!!!! Artinya anda ini lebih gila daripada orang gila!!!!!
Saya sebagai umat muslim merasa malu atas tindakan yang anda lakukan, dan yang lebih memalukan lagi adalah tindakan pemerintah menutup akses ke Youtube.com, padahal Jawed Karim sang pemilik Youtube yang dimana dia juga orang Islam melontarkan pernyataan “saya akan menghilangkan total tentang Fitna di dalam situs yang saya miliki! Baik berupa Film Murni atau hanya komentar! Saya juga merasa terhina!”
Tapi yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia justru hal yang memalukan karena berdasarkan surat edaran dari Menkominfo nomor 84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008, meminta semua provider untuk
menutup akses ke Youtube, Pertanyaaan saya adalah Kenapa Pemerintah mengutamakan emosi daripada akal sehat? apakah mereka tidak membaca pernyataan dari Jawed Karim atau setidaknya berusaha mencarinya? Ini benar2 keterlaluan! mereka benar2 orang2 yang kehilangan akal! Dan tentunya pembunuhan terhadap kepentingn umum, karena anda tahu? Youtube menyediakan segala informasi mengenai berbagai hal, termasuk analisis bisnis dan properti, dan itulah yang dibutuhkan orang2 bisnis seperti saya! Jadi Pemerintah Republik Indonesia dapat dikatakan telah membunuh kepentingan bisnis kami! Saya pernah berkunjung ke Shanghai dan di sana Pemerintah China yang komunis tidak menutup akses ke Youtube, walaupun banyak video tentang pembebasan Tibet! Jadi Pemerintah Republik Indonesia ini lebih kejam daripada Pemerintah Komunis karena terus dan terus merugikan warga negaranya sendiri! Pendapat saya? Tidak ada demokrasi di Indonesia! Yang ada hanya Tirani!!!!!!!!
rachmatg 7:30 am pada April 11, 2008 Permalink |
Kata Habiburahman ElShirazi, ‘Sabar….Ikhlas…’
Wafda Mufti 12:56 pm pada September 26, 2008 Permalink |
Assalammualaikum…
Pak….Gambar denahnya ada dimana?