Ini pengalaman pribadi waktu implementasi IT di RS Moh Hoesin Palembang.
Waktu mau implementasi IT Rumah Sakit, orang sana sampai memberi ‘peringatan’, “Pak, di sini Palembang, bukan Jawa. Orang di sini susah diaturnya.” Saya tanya ke dia, “Bapak emang orang mana?” “Orang Palembang.”, dia jawab
. Kalau pake teori silogisme, sebenarnya dia mau bilang, “Saya susah diatur.” Tap, tak apa lah, sudah jadi tugas saya, apa pun caranya agar IT bisa diimplementasi di sana.
Salah satu cara yang saya gunakan untuk mengubah perilaku orang secara seketika adalah NLP. Saya ingat apa yang dibilang Anthony Robbin, langkah pertama itu adalah ‘PATAHKAN POLANYA’. Pertama kali kelihatannya seperti membolak-balik omongan. Tapi itulah memang caranya. Itu memaksa orang untuk melihat dari perspektif yang berbeda.
Misalnya, ada yang bilang,”Wah Pak, kalau pake aplikasi baru kayaknya lebih susah. Lebih enak pake aplikasi yang lama”. Saya jawab, “Iya bapak enak. Tapi yang lain jadi susah.” Nah lho, dia bingung. Saya teruskan aja, “Gara-gara bapak enak, orang akuntansi dan orang keuangan jadi kerja lebih susah.” Dia tambah bingung. Nah udah bingung git, baru saya bicara value, bahwa memberi kemudahan kepada orang lain adalah berpahala dan kalau berfikir sektoral (alih-alih ngomong, Lu Mentingin Diri Sendiri) sebaiknya dihindarkan dalam konteks operasi Rumah Sakit.
Ada lagi yang bilang, “Pak, di aplikasi yang baru ini kok saya gak bisa ngisi data ini.” Saya bilang, “Apa itu memang tugas ibu?” Bingung dia. Saya terusin, “Itu kan tugas orang lain untuk ngisi, kenapa jadi ibu yang repot?”. “Iya soalnya di aplikasi lama begitu.”, katanya. Saya jawab, “Ibu pengennya direpotin kerjaan itu atau pengen lebih gampang?” “Ya lebih gampang”, dia bilang. “Makanya pake aplikasi yang baru. Pasti lebih gampang, gak usah ngurusin kerjaan yang harusnya dikerjakan orang lain.” “Soalnya kadang-kadang gak dikerjain.”, katanya. “Kalau ibu terus berbaik hati begitu, dia akan terus enak gak mau ngerjain. Biarin aja bosnya yang negur. Nanti keterusan.”, kata saya. Rupanya dia termakan juga. Akhirnya ramelah, pada nuntut supaya emang itu dikerjakan oleh bagian lain (yang memang seharusnya dia yang mengerjakan).
Menarik juga, praktek NLP di dunia nyata.
Maret 17, 2008 at 7:01 am
Good, pengalaman yang menarik untuk di-share!